Tidak Semua Penyakit Butuh Antibiotik, Ketahui Dulu Penyakitnya

Banyak orang yang menganggap kalau antibiotik adalah obat dewa yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Padahal tidak semua penyakit bisa diatasi hanya dengan meminum obat tersebut. 

Penggunaan dalam konsumsinya yang tidak tepat bisa menyebabkan resistansi yang bukannya memberikan sakit semakin ringan. Tapi bisa lebih memperparah keadaan. Oleh karena itu, ketahui beberapa penyakit yang memerlukan obat anti bakteri tersebut. 

 

Penyakit yang Memerlukan Pengobatan Antibiotik 

Antibiotik merupakan salah satu obat yang bermanfaat untuk membunuh bakteri. Obat tersebut tidak bisa membunuh virus atau mikroba lainnya. Tidak semua penyakit memerlukan obat tersebut. Jadi, ketahui beberapa penyakit yang mengharuskan konsumsi obat anti bakteri tersebut. 

Infeksi Sinus

Penyakir sinus merupakan penyakit yang timbul karena adanya bakteri atau virus. Petugas kesehatan banyak meresepkan obat anti bakteri untuk meringankan penyakit sinus. Reaksi infeksi sinus akan berlangsung sekitar satu sampai dua minggu. 

Karena penyebab penyakit sinus adalah bakteri atau virus, maka obat anti bakteri tersebut hanya bisa mengobati sinus yang diakibatkan oleh bakteri saja. 

Memang agak sulit untuk mendeteksi sinus akibat bakteri. Jadi disarankan untuk menunggu dengan tetap memberikan obat anti bakteri minimal antara satu sampai dua minggu. Jika gejala tetap berlanjut, maka bisa beralih dengan pengobatan lainnya untuk membersihkan virusnya. 

Radang Tenggorokan dan Radang Amandel

Penyakit selanjutnya yang bisa diobati dengan obat anti bakteri adalah radang tenggorokan dan radang amandel. Peradangan pada tenggorokan bisa menyebabkan nyeri dan sakit sekali. Sehingga perlu untuk mengobatinya. 

Tapi akan berbeda jika radang tenggorokan tersebut disebabkan oleh virus, maka tidak perlu obat anti bakteri. Pemberian obat anti bakteri hanya untuk radang tenggorookan akibat bakteri. Seperti streptokokus dan tonsilitis bakteri. 

Biasanya dokter akan memberikan resep obat anti bakteri, seperti amoksillin, penisilin, dan sejenisnya untuk mengobati radang tenggorokan akibat bakteri. Jadi, sebelum mendapatkan pengobatan yang tepat, maka periksa terlebih dahulu. Apakah radang tenggorokan tersebut akibat bakteri atau virus. 

Infeksi Telinga

Biasanya penyakit ini dialami oleh anak-anak yang menyebabkan beberapa gejala. Seperti sulit mendengar, nyeri, bahkan bisa menimbulkan penumpukan cairan pada telinga tengah akibat drainase cairan mengalami peradangan. 

Tapi bukan tidak mungkin penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang bahkan tanpa infeksi. Oleh karena itu, CDC memberikan rekomendasi pengobatan anti bakteri hanya untuk infeksi telinga tengah. 

Jika infeksi telinga terjadi pada anak-anak, biasanya dokter akan meresepkan obat anti bakteri atau melakukan wait and watch. Artinya menunggu antara 2 samai 3 hari. Apakah gejala penyakitnya bisa hilang atau tidak. Jika gejala masih ada, maka akan diberikan obat anti bakteri. 

Biasanya penyakit infeksi telinga paling banyak diberikan obat amoksillin atau amoksisilin. Seringkali anak-anak akan mengalami infeksi telingan setiap tahunnya. Oleh karena itu, pemberian obat yang sama mungkin tidak akan bekerja dengan baik. Jadi, biasanya dokter akan meresepkan obat yang berbeda. 

Pneumonia 

Penyakit yang satu ini diakibatkan oleh bakteri atau virus dimana menyebabkan kantung udara di paru-paru meradang dan dipenuhi dengan cairan. Penyakit Penumonia akan menjadi serius pada orang yang sistem kekebalannya lemah. Seperti pada anak kecil atau bayi, dan manula. 

Penyakit Pneumonia bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, Pneumonia yang diakibatkan oleh bakteri harus segera mendapatkan pengobatan. Misalnya memberikan obat anti bakteri. 

Namun, pemberian obat tersebut juga bergantung pada bagian mana yang sudah terinfeksi. Pengidap penyakit ini biasanya akan menerima pengobatan anti bakteri yang berbeda. Contohnya adalah doxycycline, levofloxacin, zosyn, dan sebagainya. 

Itulah beberapa penyakit yang memerlukan pengobatan antibiotik. Ingat, tidak semua penyakit membutuhkan obat tersebut. 80 persen jenis penyakit bahkan bisa sembuh tanpa memberika obat anti bakteri. Pemberian obat tepat akan meringankan sakit dideritanya.  

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.