Gubernur Baru di Iran Ditampar saat Pidato, Pelaku Ternyata Anggota Angkatan Bersenjata

Sebuah acara perkenalan gubernur baru di Iran mendadak geger karena seseorang menampar pejabat tersebut di tengah pidatonya. Dilansir , Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur yang baru dilantik, Zeinolabedin Khorram mendapat perlakuan tidak menyenangkan itu di tengah acaranya pada Sabtu lalu. Saat itu dia sedang menyampaikan pidato di Masjid Imam Khomeini di Kota Tabriz, ibukota Azerbaijan Timur.

Video yang diposting agensi berita Iran menunjukkan seorang pria naik ke panggung. Dengan tenang, pria itu berjalan menuju ke tempat Khorram berdiri. Namun setelah mendekat, pria tersebut langsung menampar Gubernur Khorram dan mendorong tubuhnya.

Rekaman yang ditayangkan di televisi pemerintah menunjukkan kerumunan geger dan suara tamparan menggema di sound system. Petugas keamanan terlihat langsung berlari ke arah pelaku dan membawanya turun dari panggung. Khorram kemudian kembali ke panggung untuk meneruskan pidatonya sementara para tamu berdiri dari kursi.

"Saya tidak mengenalnya tentu saja tetapi Anda harus tahu bahwa, meskipun saya tidak ingin mengatakannya, ketika saya berada di Suriah, saya akan dicambuk oleh musuh 10 kali sehari dan akan dipukuli," katanya. "Lebih dari 10 kali, mereka akan menodongkan pistol ke kepala saya. Saya menganggap dia setara dengan musuh musuh itu tetapi maafkan dia." Menurut laporan, insiden semacam ini sangat jarang terjadi di Iran.

Diketahui acara para Sabtu itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, seperti Menteri Dalam Negeri Iran dan perwakilan pemimpin negara Ayatollah Khamenei. Media lokal melaporkan bahwa pelaku bernama Ayoub Alizadeh dan merupakan anggota angkatan bersenjata. Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah IRIB, Gubernur Khorram mengaku tidak kenal dengan orang yang menamparnya itu.

Hingga kini, motif serangan belum jelas. Menurut Khorram, setelah ditangkap pelaku mengaku kepada polisi bahwa dia menampar gubernur karena kesal seorang pria telah memvaksinasi Covid 19 istrinya. Pria itu, jelas Khorram, geram karena harusnya perawat perempuan yang boleh melakukan hal itu kepada sang istri.

Laporan lainnya menyatakan serangan itu tidak memiliki maksud politis. Sementara itu menurut laporan , meskipun Khorram mengaku tidak mengenal pria itu, kantor berita IRNA menggambarkan penyerang sebagai anggota Korps Ashoura Pengawal, yang diawasi oleh Khorram. IRNA menggambarkan serangan itu dilatari "alasan pribadi", tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.